Basuki Hadimuljono Tinjau Kesiapan Tol Bakauheni – Terbanggi Besar

0
112
Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar || Photo : Fikri Halim/VIVA.co.id
Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar || Photo : Fikri Halim/VIVA.co.id

Pada hari Kamis 7 Maret 2019 kemarin, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono melakukan peninjauan mengenai kesiapan jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar. Tol sepanjang 140 km itu rencananya akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada hari Jumat 8 Maret 2019 nanti.

Berdasarkan keterangan resmi Hutama Karya, Jalan tol Bakauheni – Terbanggi Besar terbagi menjadi beberapa subseksi. Subseksi 1, Pelabuhan Bakauheni-Simpang susun Bakauheni sepanjang 8,8 km. Subseksi 2, Simpang susun Bakauheni-Kalianda sepanjang 18,5 km. Subseksi 3, Simpang susun Kalianda-Sidomulyo sepanjang 11,7 km. Subseksi 4, Simpang susun Sidomulyo-Lematang sepanjang 35,4 km.

Kemudian, subseksi 5, Simpang susun Lematang-Kotabaru sepanjang 4,3 km. Subseksi 6, Simpang susun Kotabaru-Branti sepanjang 17,9 km. Subseksi 7, Simpang susun Branti-Metro sepanjang 12,6 km. Subseksi 8, Simpang susun Metro-Gunung Sugih sepanjang 22,5 km. Subseksi 9, Simpang susun Gunung Sugih-Terbanggi Besar sepanjang 8,9 km.

Baca Juga:  Kelakuan HRD Sukses Membuat Karyawan Jengkel

Pembangunan jalan tol Tran Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar ini dapat terealisasi melalui sinergi BUMN antara HK dan keempat Konstruksi BUMN lainnya yaitu PT PP Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, PT Waskita Karya Tbk dan PT Adhi Karya Tbk.

Pengejaan jalan tol sepanjang 140 km ini terbagi dalam 4 paket, dimana PT PP Tbk mengerjakan paket 1 dari Bakauheni ke Sidomulyo sepanjang 39 km. Kemudian dilanjutkan oleh PT Waskita Tbk mengerjakan paket 2 dari Sidomulyo ke Kota Baru sepanjang 39,7 km.

Kemudian PT Adhi Karya Tbk mengerjakan paket 3 dari Kota Baru ke Metro sepanjang 29,9 km. Serta PT Wijaya Karya Tbk mengerjakan paket 4 dari Metro ke Terbanggi Besar sepanjang 31,4 km. (ase)

Baca Juga:  Bawaslu Jateng Rekomendasikan 16 Kades Tak Netral Diberi Sanksi

Pembangunan Jalan tol ini memakan biaya investasi sebesar Rp16,8 triliun. Pendanaannya bersumber dari ekuitas sebesar 52 persen, yaitu melalui Penyertaan Modal Negara sebesar Rp2,217 triliun dan obligasi yang diterbitkan oleh Hutama Karya sebesar Rp6,5 triliun.

Sedangkan 48 persen sisanya dipenuhi dengan pinjaman dari 7 sindikasi perbankan yaitu Bank Mandiri, BNI, BCA, Mybank, CIMB Niaga, Bank ICBC dan Bank Permata sebesar Rp8,078 triliun. Pinjaman dana ini juga didukung oleh fasilitas cash deficiency support (CDS) yang diberikan PT Sarana Multi Infrastruktur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here