Berhasil Bongkar Produsen Hoax Terbesar di Indonesia

0
268
Seorang warga membubuhkan tanda tangan untuk mendukung Pemilu 2019 anti hoax saat berlangsung Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Kawasan Bundaran HI Jakarta || Photo : ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Seorang warga membubuhkan tanda tangan untuk mendukung Pemilu 2019 anti hoax saat berlangsung Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Kawasan Bundaran HI Jakarta || Photo : ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Mustofa Nahrawardaya selaku pegiat media sosial, menegaskan bahwa akun Twitter maupun Instagram @Opposite6890, berhasil membongkar praktik produsen hoax terbesar di Indonesia. Praktik produsen hoax tersebut dilakukan oleh oknum-oknum berbaju coklat lewat investigasinya.

Menurutnya, akun @Opposite6890 telah berhasil menemukan satu aplikasi yang diinstall oleh ribuan anggota, yang sebagian besar merupakan anggota kepolisian.

Selain diinstall, aplikasi ini juga digunakan untuk berkomunikasi dan mengirimkan postingan-postingan yang bertujuan untuk merugikan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02.

“Ini sudah viral dan saya tanpa melapor ke Mabes Polri juga sudah tahu. Ini benar ya, dan sudah saya praktikan di kantor ternyata betul. Saya buktikan di mesin Whois dan DNS lookup, ternyata benar”, kata Mustofa kapada Kabar Petang di tvOne, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Vivo iQOO, Smartphone Gaming Milik Vivo

Semakin ditelisik oleh akun @Opposite6890, ternyata jumlah IP address ada banyak sekali dan lokasinya berada di Jalan Trunojoyo. “Ini hasil investigasi @Opposite6890”, paparnya.

Jalan Trunojoyo yang dimaksud adalah alamat Mabes Polri. Mustofa mengatakan bahwa @Opposite6890 mendengarkan bocoran dari ‘orang dalam’ yang baru saja menjalankan pelatihan. Selanjutnya ada kabar bahwa 100 polisi di setiap Polres juga di training.

Setelah diperiksa, ternyata terkoneksi ke satu akun bernama @AlumniSambhar. “Setelah dibongkar di media sosial, mereka melakukan rename. Mereka gonta-ganti nama. Tapi sudah di-backup oleh akun @Opposite6890”, ungkap Mustofa.

Alasan mengapa alamat IP berada di Jalan Trunojoyo karena menurut Mustofa, akun @AlumniSambhar hanya mem-follow satu orang saja, yaitu akun Joko Widodo. Ia juga mengklaim bahwa seluruh postingan yang merugikan Capres dan Cawapres nomor urut 02 ini terpantau oleh aplikasi My Sambhar.

Baca Juga:  Vivo iQOO, Smartphone Gaming Milik Vivo

Kemudian Mustofa meminta Mabes Polri untuk memeriksa dan mengusut kasus ini. Jangan sampai kasus penyebaran hoax terstruktur berasal dari praktik kotor seperti ini.

“Dulu saya pernah ngomong di ILC, banyak sekali akun-akun nakal, penyebar dan produsen hoax, kok ngga pernah di-takedown. Jangan-jangan sumbernya ada di akun @AlumniSambhar”, ungkap Mustofa.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here